Kartu Visa rentan: Metode untuk meretasnya hanya dalam 6 detik
Dalam artikel ini, kami tidak akan menjelaskan kepada Anda cara meretas rekening bank, melainkan membahas sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Newcastle. Mereka menunjukkan bahwa mungkin untuk meretas kartu Visa dalam waktu hanya 6 detik dengan koneksi internet biasa. Penemuan ini menyoroti kerentanan sistem pembayaran Visa dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan transaksi online.
Teknik “Mass Guessing” untuk menemukan informasi yang diperlukan

Untuk mengumpulkan berbagai data yang diperlukan untuk meretas kartu Visa (nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan kode keamanan), sebuah robot sederhana yang terhubung ke beberapa situs belanja online sudah cukup. Robot ini menggunakan teknik yang disebut Tebak-tebakan massalyang melibatkan penelusuran besar-besaran terhadap informasi yang hilang.
- Robot terhubung ke beberapa situs belanja online untuk menemukan tanggal kedaluwarsa kartu.
- Setelah tanggal kedaluwarsa ditemukan, ia mencoba menebak kode keamanan dengan menguji semua kombinasi yang mungkin.
- Dalam waktu kurang dari 6 detik, robot ini mampu menemukan dua elemen yang dibutuhkan untuk memiliki kartu bank yang dapat digunakan.
Visa vs MasterCard: sistem deteksi yang berbeda
Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa metode peretasan ini hanya berfungsi pada kartu Visa. Hal ini karena jaringan MasterCard memiliki sistem terpusat yang mampu mendeteksi serangan semacam ini setelah kurang dari 10 upaya gagal di berbagai jaringan. Oleh karena itu, kartu MasterCard tampaknya lebih mampu melindungi diri dari teknik peretasan dengan menebak-nebak ini.
Kelemahan dalam sistem pembayaran Visa
Kerentanan pada kartu Visa ini didasarkan pada dua kelemahan utama dalam sistem pendeteksiannya:
- Visa mengizinkan jumlah percobaan tak terbatas untuk setiap kolom kartu selama transaksi online, sehingga memungkinkan peretas menggunakan metode “Mass Guessing” untuk dengan cepat menemukan semua informasi yang diperlukan.
- Situs-situs merchant memiliki persyaratan yang berbeda terkait informasi yang dibutuhkan untuk memvalidasi transaksi, sehingga memudahkan para peretas.
Dampak bagi pelanggan dan perusahaan: contoh Tesco
Para peneliti memperkirakan bahwa metode ini kemungkinan besar digunakan dalam serangan siber yang dialami oleh Tesco, yang menyebabkan kerugian finansial sebesar sekitar 2,5 juta pound sterling bagi pelanggannya. Kasus ini dengan jelas menggambarkan konsekuensi yang berpotensi merugikan dari celah keamanan ini bagi pelanggan dan perusahaan.
Pentingnya perlindungan terhadap penipuan online
Mohammed Ali, mahasiswa doktoral di Universitas Newcastle, menjelaskan bahwa bahkan dengan hanya enam digit pertama nomor kartu kredit, seorang peretas dapat memperoleh semua informasi yang diperlukan dalam hitungan detik. Penemuan ini menyoroti pentingnya melindungi diri dari penipuan online, terutama selama musim liburan ketika jumlah pembelian online meningkat secara signifikan.
Bagaimana Anda dapat melindungi diri Anda dari ancaman ini?
Untuk menghindari menjadi korban metode peretasan ini, berikut adalah beberapa tips:
- Gunakan kartu bank dengan sistem keamanan yang disempurnakan untuk transaksi online, seperti yang ditawarkan oleh MasterCard.
- Periksa laporan bank Anda secara teratur dan laporkan setiap transaksi yang mencurigakan kepada bank Anda.
- Hindari menggunakan koneksi WiFi publik untuk melakukan pembelian online.
Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti kelemahan utama dalam sistem pembayaran Visa dan mengingatkan kita bahwa perlindungan terhadap penipuan online adalah masalah utama bagi pelanggan dan bisnis. Baik Anda menggunakan bank online maupun tidak, sangat penting bagi Anda untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat transaksi Anda seaman mungkin dan membatasi risiko yang terkait dengan metode pembajakan yang hanya membutuhkan waktu enam detik ini.
Bagaimana cara meretas kartu bank nirkontak?
Dalam video ini, Anda dapat mengetahui bagaimana beberapa orang berhasil melakukannya:






